Filosofi Bebek dan Ulat
Nama Karya : Lukisan
Nama Karya : Lukisan
Ukuran : 140x
100cm
Tema : Hewan
Tahun Pembuatan : 2013
Media dan Alat Pembuatan Karya :
Cat Minyak Dan Canvas
Judul Lukisan :
Bebek Berenang
Filosofis :
Bebek melambangkan kesabaran,
hewan yang sangat mampu bersosialisasi tidak memandang umur, jabatan, atau asal
usul mereka dalam satu kelompok yang bagaikan peleton pasukan yakni pasukan
bebek. Meskipun bebek adalah hewan dengan tingkat kecerdasan tidak melebihi
seekor anjing yang mudah dilatih, bebek ternyata masih mempunyai naluri untuk
tanggap dengan lingkungannya dan untuk bertahan hidup serta saling menyayangi.
Saat kita melihat bebek sedang
berenang, bebek tampak tenang dan anggun. Hal itu jika kita lihat dari atas
kolam terlihat tenang dan anggun. Bila kita melihat dari dalam kolam kita baru
menyadari betapa gigihnya kaki bebek mengayuh agar bebek bisa tetap diatas
dengan tenang dan anggun. Bebek merupakan sosok yang sabar, meskipun kelelahan
mengayuh saat berenang ia tetap terlihat tenang.
Pembuat :
1.
Henry A. R. 11120448
2.
Nurul Aini Hayati 11120450
3.
Hilda Fitriana 11120459
4.
Aisyah 11120462
Nama
Karya : Mozaik
Ukuran : A 1
Tema : Hewan (Serangga)
Pembuat :
1.
Henry A. R. 11120448
2.
Nurul Aini Hayati 11120450
3.
Hilda Fitriana 11120459
4.
Aisyah 11120462
Tahun Pembuatan :
2013
Media dan Alat
Pembuatan Karya :
Potongan kertas asturo diatas kertas duplek berlandaskan kertas manila yang
direkatkan dengan lem dan di bingkai dengan kayu serta kaca.
Judul Lukisan : Kehidupan Ular
Filosofis :
Ulat melambangkan
kegigihan. Perjalanan sebuah ulet untuk menjadi kupu-kupu sangatlah panjang. Dimulai
dari ulet yang jelek, menjijikkan dan ditakuti orang, setelah dia kesana kemari
makan dedaunan,membuat pohon2 rontok daunnya. Ulat kupu-kupu tidak sembarang
makan dedaunan dari sembarang pohon. Ia makan dedaunan dari tumbuhan yang dianggap ‘beracun’ bagi organisme lain. Ia
memenuhi tubuhnya dengan racun sebagai bentuk pertahanan tubuh, agar ia tidak
dimakan. Makanan beracun itulah yang membuat dia kuat. Menariknya, ulat
kupu-kupu sebenarnya tidak menyebabkan gatal atau menyengat seperti yang
dibayangkan. Ulat kupu-kupu tidak berbahaya untuk dipegang, mereka ramah,
bahkan rapuh.
Dari ulat ini,
kita dapat belajar bahwa Tuhan memberi kita pilihan antara jalan yang sulit
atau jalan yang mudah. Banyak dari kita memilih jalan yang mudah, kita memasang
pelindung diri, yang justru melukai akan orang lain. Sedangkan sedikit dari
kita yang memilih untuk memilih jalan yang sulit, yang memilih untuk memakan
‘Racun’ yang justru akan memperkuat kita dari dalam, sehingga kita tidak akan
melukai orang lain di sekitar kita.


No comments:
Post a Comment